Kisah Padi dan Nabi Musa As

Suatu hari Nabi Musa As bertanya pada Allah SWT, “Ya Allah kenapa nanti di a khirat tidak semua manusia engkau masukkan ke dalam surgaMu, kenapa hanya orang yang beriman saja? Kenapa orang yang tidak beriman tidak Engkau masukkan kedalam surga juga?  Padahal Engkaulah yang menciptakan seluruh manusia, Engkaulah yang mengurus seluruh manusia, Engkaulah yang memberi rizki kepada semua manusia baik yang beriman maupun yang tidak beriman padaMu“. Allah tidak menjawab pertanyaan nabi Musa As melainkan memerintahkannya untuk menanam padi. Jika padi sudah dipanen dan menjadi beras maka ia disuruh untuk kembali lagi menghadap Allah SWT.

Nabi Musa pun melaksanakan perintah Allah SWT, ia menanam padi, mengurusnya, mengairinya, memberi pupuk. Setelah tua, padi tersebut ia panen, kemudian ia mulai memproses sedemikian rupa sehingga ia mendapatkan beras kemudian menyimpan beras tersebut. Menghadaplah Nabi Musa kepada Allah SWT untuk melapor bahwa beliau telah selesai melaksanakan perintah. Berikut ini kira-kira percakapan yang terjadi antara Allah SWT dan Nabi Musa.

Musa : Ya Allah aku telah selesai melaksanakan perintahMu.

Allah : engkau sudah mendapatkan berasnya?

Musa : Sudah

Allah : hanya beras saja yang kau simpan, bagaimana dengan bagian lain dari tanaman padi, batang padi yang kering, daun padi dan sekam, hendak kau kemanakan?

Musa : aku membakarnya karena bagian yang lain tidak berguna

Allah : kenapa kau membakarnya? Padahal engkau yang menanam padi tersebut, engkau yang memeliharanya, setelah dipanen kenapa engkau hanya menyimpan berasnya saja, sementara bagian lain dari tanaman padi tidak kau simpan?

Baru disinilah Nabi Musa As menyadari bahwa pertanyaannya selama ini telah terjawab. Allah menciptakan manusia di muka bumi seperti manusia menanam padi di sawah dan penciptaan manusia dan seluruh alam merupakan kehendaknya. Ia memberi rejeki kepada seluruh manusia dan merawatnya seluruh manusia. Namun hanya manusia yang taat dan beriman  kepada Allah saja yang akan Allah masukan ke dalam surga, sedangkan manusia yang mengingkari Allah akan dibakar di neraka.  Laksana Musa yang menanam padi, ketika panen tiba maka hanya bagian yang berguna saja, yakni beras yang disimpan, sementara bagian yang lain dibakarnya karena tidak berguna.

Manusia hidup di dunia tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah SWT melainkan diberi bekal berupa akal yang dapat membedakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat. Allah juga menurunkan para Nabi dan Rosul sebagai pembantunya untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan kepada manusia.

Ketika kita bisa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, ingatlah bahwa ketika kita bertakwa itu karena Allah yang memberikan kekuatan kepada kita agar kita tidak menyombongkan diri. Manusia bisa masuk ke surga karena semata-mata Rahmat dari Allah SWT bukan hanya karena ketakwaan kita saja. Sedangkan manusia yang tidak beriman dan bertakwa kemudian disiksa di neraka, bukan karena Allah kejam melainkan semata-mata karena keadilan Allah SWT.

Semoga kita tergolong orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mendapatkan Rahmat dari Allah SWT sehingga kita bisa memasuki surgaNya kelak. Aamiin

Wallahu A’lam


One response to “Kisah Padi dan Nabi Musa As

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: