enam bulan

“Sabar itu pahit, lebih pahit dari cairan empedu, tapi buah dari sabar lebih manis daripada madu”

Ada perasaan sedikit kecewa memasuki tahun 2011. Kecewa karena mengawali tahun dengan sebuah perayaan bakar ayam bersama saudara-saudara tua dan para tukang bangunan sampai jam 1 malam. Akibatnya, memasuki tanggal 1, tubuh menjadi lelah, balik dari mesjid setelah shubuh, tubuh ini dengan sendirinya masuk ke kamar, ambil selimut dan tidur pulas. Rusak sudah amalan riyadoh 40 hari yang dianjurkan ustad Yusuf Mansyur.

Mungkin karena terlalu lama menganggur membuat aku mau saja diajak untuk melakukan berbagi aktivitas. Tapi memang selama ini waktu menganggurku banyak kuhabiskan dengan mengurung diri di kamar, duduk di depan computer, dengerin music, berselancar di dunia maya, membaca berbagai surat kabar, membaca artikel-artikel, bahkan mengikuti perkembangan gosip-gosip, sesekali kuhabiskan waktu untuk menulis di blog ini, biar ada variasi. Ternyata waktu terasa lama bagiku sekarang, sehari sama seperti seminggu, seminggu sama seperti sebulan. Aku telah menganggur selama 6 bulan, rasa-rasanya seperti telah menganggur selama 4 tahun. Berbagai peristiwa telah dilewati selama menempuh pendidikan sampai lulus kuliah, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil disana. Sedangkan dengan menganggur kupikir-pikir tak ada hikmahnya. Enak aja, tentu saja ada hikmahnya, anggap saja ini adalah masa liburan yang sangat panjang menghabiskan waktu bersama keluarga, baru kali ini aku bisa tidur di rumah selama 6 bulan. Setelah dihitung-hitung, hampir sepuluh tahun aku tidak tidur di rumah,hehe.. Tentu saja, pelajaran terpenting dari menganggur adalah melatih diri untuk bersabar. Sabar memang pahit. Terkadang, menunggu teman yang terlambat datang 5 menit saja kita tak bisa bersabar. Memang benar, sabar itu pahit.

Aku sendiri tidak diam saja menyerahkan diri ini terkunci dalam kamar gelap pengangguran. Selama 6 bulan aku melamar ke beberapa perusahaan, hanya saja aku merasa memang kurang maksimal karena hanya perusahaan minyak saja yang kulamar, itupun jumlahnya sangat sedikit. Dipikir2 kenapa juga aku harus memaksakan diri bekerja di industry minyak, jangan2 rejekinya gak disana. Kalo kubuka lagi pelajaran bab tentang rejeki ada benarnya juga. Bimbang jadinya… Aku memang ingin bekerja sesuai dengan bidang yang kupelajari selama 4 tahun di universitas, tapi kalo rejekinya gak disana gak akan bisa dipaksakan, (mikir… ) pusing, apakah perasaan ini adalah bentuk rasa ketidakpercayaan diri atau apa… Yang jelas aku akan tetap berusaha keras menjemput rejeki yang memang telah ditetapkan oleh Allah sebelum aku dilahirkan. Sabar… sabar… sabar…

Januari 2011..

Aku tunggu kabar baik darimu, aku minta maaf karena telah lalai dihari pertamamu, semoga tahun ini aku bisa menjadi manusia yang lebih bertakwa kepada-Nya. Berikanlah hamba kebahagiaan didalam hati, apapun yang terjadi…


2 responses to “enam bulan

  • pairus

    Pengangguran atau nganggur apapun istilah lain dari itu berarti kita sedang tidak ada kerjaan tetap (gajian bulanan) atau memang sedang mempunyai pekerjaan tetap yaitu menganggur (sementara) seperti nonton berjam2 didepan tv, tongkrong sana-sini, jalan2 tanpa tujuan de el el.

    Bosan juga di rumah tanpa ada kegiatan, mengapa selalu mengandalkan satu kelebihan saja pada diri kita, atau mengandalkan skill kelulusan tertentu sehingga memburu pekerjaan sesuai skill kelulusan saja, padahal ada kelebihan lain (skill lain) yang sebenarnya belum tergali / dimaksimalkan.

    Selama masih bisa mengaku sebagai manusia yang berharga, tubuh ini punya tangan, otak dan pikiran, serta kaki yang membuat kita berjalan ke arah tujuan, gunakanlah itu semua untuk memulai yang baru lupakan kemarin, buat strategi dan percayalah rejeki masih ada di depan kita selama kita mau menggerakan kaki untuk mengambilnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: