Kenapa harus memilih perceraian?

Menarik mengamati berbagai cerita yang kudapatkan dari berbagai orang soal kisruh rumah tangga. Dari mulai orang kecil yang hidup di kampung hingga selebritis rumah  tangganya banyak yang berantakan, bahkan terakhir yang membuatku cukup sedih adalah berita berakhirnya rumah tangga seorang kiai terkenal dengan istri pertamanya. Sebagai seorang muslim aku hanya bisa berhusnudzon mengenai berbagai kejadian yang menimpa orang-orang yang rumah tangganya harus berakhir. yang menjadi pertanyaan besarku adalah kenapa banyak orang yang memutuskan untuk mengakhiri rumah tangganya. Bukankah perceraian merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah walaupun hal tersebut dibolehkan. Perceraian bisa diibaratkan sebagai pintu darurat yang akan digunakan jika benar-benar dalam keadaan darurat.

Banyak orang yang bilang bahwa pertengkaran dalam rumah tangga adalah sesuatu yang wajar. Tapi bukankah banyak dari pertengkaran yang dilakukan tersebut berakhir dengan perpisahan. Apa sebenarnya yang salah. Tidak ingatkah orang-orang yang memutuskan bercerai dengan kenangan-kenangan indah yang mereka bangun selama  proses berumah tangga dijalani. Tidak ingatkah mereka ketika awal-awal menjalani hidup berdua yang penuh dengan keindahan dan tentunya aku yakin masih banyak kenangan-kenangan indah berumah tangga yang sulit untuk dilupakan. Apalagi jika pernikahan itu sudah berumur lama dan pernikahan itu sudah dianugrahi anak oleh Allah SWT. Apakah perceraian pada akhirnya menjadi keputusan yang bijaksana untuk menghapuskan kenangan indah berumah tangga.

Banyak sekali alasan orang untuk bercerai, mulai dari perasaan cemburu, pasangan yang selingkuh, poligami, kesulitan ekonomi, komunikasi yang tidak lancar, konflik peran, dan lain-lain. Menurutku ada dua kunci yang harus dimiliki setiap pasangan untuk mengatasi hal-hal yang dapat menyebabkan perceraian tersebut, yakni cinta dan keimanan.

Cinta pada pasangan adalah sesuatu yang mutlak dimiliki dalam rumah tangga. Kalau anda benar-benar mencintai pasangan anda, apakah anda rela membuat pasangan anda sakit hati? Aku pikir tidak akan ada yang namanya selingkuh jika anda mencintai pasangan anda. Tak akan ada yang mengalahkan kekuatan cinta. Sering kita dengar di kisah-kisah ataupun didunia nyata bahwa orang akan melakukan apa saja demi cinta. Dengan cinta orang akan bekerja sekuat tenaga untuk sama-sama berusaha membahagiakan pasangannya. Ketika rumah tangga telah dibangun, setiap pasangan harus terus senantiasa memupuk rasa cinta diantara mereka agar cinta itu semakin hari semakin kuat dan memang rumah tanggalah tempatnya untuk orang-orang yang saling mencintai.  Untuk anda yang belum berumah tangga, sebaiknya nanti anda menikah dengan orang yang benar-benar anda cintai dan dia pun mencintai anda. Kita dituntut untuk mengenal calon pasangan kita, karakternya juga keadaan keluarganya. Disinilah pentingnya masa ta’aruf (perkenalan) yang memang dianjurkan islam bagi orang yang mau menikah. Tapi ingat, ta’aruf juga ada aturannya, ga bisa seenaknya kaya orang pacaran di zaman sekarang. Selama perkenalan ga boleh berdua-duan, ga boleh bersentuhan dan tetap menjaga pandangan. Masa taa’ruf ini harus benar-benar digunakan dengan baik untuk saling mengenal jangan sampai kita malah kecewa setelah menikah. Kalo mau bilang “mungkin kita bukan jodoh” lebih baik disampaikan pada masa ta’aruf jika memang merasa tidak cocok, jangan sampai kita mengatakan “kita bukan jodoh” setelah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga sekian lama. Ya kalo udah akad nikah, itulah jodoh kita, namun ada yang jodohnya langgeng dan ada juga yang jodonya berakhir ditengah jalan. Pernikahan itu ikatan yang berat dan akan dipertangungjawabkan dihadapan Allah SWT. Kalo sudah menikah sebisa mungkin kita berusaha untuk mempertahankannya sampai akhir hayat. Cinta adalah salah satu kunci kuatnya ikatan pernikahan.

Keimanan yang kokoh merupakan kunci meraih kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat. Ketika seorang memiliki keimanan yang kuat maka dengan izin Allah orang tersebut akan dapat menyelesaikan berbagai kesulitan, ujian, dan cobaan dalam hidupnya. Dalam berumah tangga keimanan harus senantiasa terus dipupuk oleh suami dan istri agar senantiasa tercipta ketentraman didalam rumah tangga. Jikalau terjadi pertengkaran antara keduanya niscaya dengan keimanan yang kuat akan terselesaikan dengan jalan yang baik dan bijak. Orang yang benar –benar beriman akan senantiasa menjadikan Allah sebagai penolong dalam setiap urusan dalam berbagai aspek kehidupannya. Ia mengerti bagaimana harus berakhlak pada pasangannya, mengerti masing2 kedudukannya dalam rumah tangga.

Sekali lagi, menurutku cinta dan keimanan adalah pilar penting didalam rumah tangga. Mestinya orang tidak akan lagi berpendapat “wajarlah kalo bertengkar dalam rumah tangga, itu kan bumbu rumah tangga”, tetapi orang lebih banyak yang berpendapat “masa rumah tangga bertengkar mulu”. Ditengah maraknya perceraian dijaman sekarang, aku yakin masih banyak orang yang rumah tangganya adem ayem, ada sakinah didalamnya, mawaddah dan warahmah yang terus tumbuh didalamya.  Kalo ada cinta dan keimanan, kenapa anda memilih bercerai?

Jadi inget lagu pasangan penyayi yang kini telah berpisah

berlabuhku di pantai indah hatimu

terkurungku di damai putih cintamu

duka sirnalah duka
suka terbalut cinta
usai sudah sendiriku
menangisku di pelukanmu

reff: cintaku tak akan jauh darimu
cintaku menyatu balut kasihmu
cintaku cintamu tak akan pudar
oooh, untuk selamanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: