Bangun cinta: “Udah Siap Nikah Belum?”

Bagi seorang muslim laki2 (seperti saya) yang belum menikah biasanya selalu mikir soal kriteria istri seperti apa yang diinginkan. Langsung ingat dengan hadist Rosulullah SAW bahwa wanita itu dinikahi kerena 4 hal : kekayaan, kecantikan, keturunan, dan agamanya. Maka pilihlah yang agamanya baik, pokoknya yang sholehah. Wah, pasti dah setiap laki2 ingin mendapatkan istri yang sholehah termasuk saya. Terus suka muncul  celetukan yang bikin aku merenung. “Ente pengen dapet yang sholehah, entenya sendiri udah sholeh belum?”. Beuh bener juga, banyak laki2 yang bermimpi dapet perempuan sekualitas Fatimah binti Muhammad SAW, tapi dirinya pernah ngaca gak, apa dirinya sudah punya kualitas seperti Ali bin Abu Tholib. WAhaha, aku  mikir…. “Jauh banget kalo gua mah, ke laut aja dah”.

Tidak ada cara lain bagiku, jikalau ingin dapet istri yang sholehah, ya berarti harus mempersholeh diri biar kitanya pantes.  Beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya :

Persiapan Ruhiyah (Hati dan iman)

  • Taubat dan memperbanyak istighfar
  • Menjauhi dosa-dosa besar
  • Qiyamullail (shalat malam)
  • Shaum
  • Shadaqah
  • Sabar
  • Menegakkan hukum Allah

Persiapan Maliyah (harta)

  • Harta yang dipersiapkan: yang halal & baik
  • Harta sebagai sarana untuk membangun bahtera rumah tangga, bukan tujuan.
  • “dan hendaklah takut orang-orang yang jika meninggalkan setelah mereka keturunanyang lemah..” (QS. An-nisa)

Persiapan Fikriyah (ilmu)

  • “ Dan janganlah engkau berbuat apa yang tidak kamu miliki ilmunya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan,dan hati, semua itu akan dipertanggung jawabkan” (QS. Al-Isra)
  • Bukhori: “Urusan ilmu sebelum bekata dan berbuat.”

Persiapan jasadiyah

  • “Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita”
  • Allah lebih mencintai orang mukmin yang kuat daripada yang lemah

(aku kutip dari slide sekolah pra nikah Mesjid Salman ITB)

Waduh, banyak bener yang mesti disiapin. Sudah langsung menarik kesimpulan bahwa aku belum siap nikah. Emang bener2 harus disiapin kalo emang punya niatan tahun ini nikah. Haduh2, masih jauh ternyata, ngilangin sifat kekanak-kanakan saja aku masih belum bisa. Temperamental, arogan, dan egois ternyata masih mendominasi karakter yang ada dalam diriku. Kasian banget ntar istriku nanti. Astaghfirulloh. Ga usah mikir sampai nikah dulu deh, Kayanya baru masa ta’aruf saja calon istriku udah kabur duluan, batin ngeliat akunya juga. heu

Nikah emang bukan urusan gampang, pertanggungjawabannya sampai negeri akhirat. Saat ini aku lihat banyak juga ustad yang terus memotivasi agar nikah di usia muda. Bapa2 ustad itu juga sering menceritakan kisah2 indah nan mengharukan tentang bagaimana Allah menolong orang2 yang menikah sehingga banyak pemuda yang terpancing semangatnya untuk segera menikah. Aku pikir bagus punya semangat untuk segera menikah, asal ingat aja, harus punya persiapan, bukan semangatnya aja gede. Biasanya juga yang dikisahkan bapa2 ustad itu adalah kisah orang2 sholeh yang memiliki keimanan yang kuat sehingga mampu mengatasi berbagai macam masalah dalam mengarungi kehidupan rumah tangga tatkala menikah cepat. Sering juga aku dengar, “jangan takut miskin dengan menikah, nanti Allah yang mengkayakan”. Ya, memang benar, itu adalah janji Allah, tapi kalo aku tetap syariatnya ingin bekerja dulu sebelum menikah. Jangan hanya karena mendengar hal tersebut langsung keburu nafsu pengen nikah padahal masih kuliah, hidup masih ditanggung ortu, belum kerja lagi.

Hadu2, evaluasi lagi sendiri, umur udah 23, sholeh kagak, kuliah udah lulus, tapi belum kerja. Malu nih ama orang sekampung, kuliah aja di Teknik Perminyakan ITB, tapi jadi pengangguran. Eh udah kepengen nikah lagi? Huahaha, apa kata dunia? Sabar2, tobat, emang banyak dosa mungkin pas lagi kuliahnya, jadi aja kerjanya susah, rejeki yang mau turun kehalangin ama dosa.

Lanjut lagi pembahasan soal nikah. Kalo persiapan dirinya udah oke buat nikah, langkah selanjutnya baru dah nyari calon istri. Tiap orang bebas mau kriteria istrinya kaya gimana, yang penting kudu ingat anjuran teladan kita, agamanya. Aku teringat kata2 seorang ustad bahwa tidak akan pernah ada pendamping yang cocok dengan kita, tapi kitalah yang harus menjadi pendamping yang cocok buat pasangan kita. Artinya kita harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan orang yang menjadi istri kita nanti, kalo kita laki2 memaksakan agar istri kita mempunyai akhlaq yang sesuai dengan semua yang kita inginkan, pasti tidak akan pernah bisa. Jangan sampai nanti ada kesalahan atau kekurangan yang ada dalam istri memunculkan perasaan tidak cocok karena tak sesuai harapan kita. Ya emang susah kalo mau yang bener2 cocok sesuai ama keinginan kita. Tiap perempuan kan punya kelebihan dan kekurangannya masing2. Kebayang  ama saya, laki2 yang ingin menikah, tapi dia punya kriteria calon istri yang amat banyak, gimana cara ngedapetinnya tuh? Hehe.

Balik lagi, yang penting tingkatkan dulu kualitas diri sebelum memutuskan untuk menikah. Semoga Allah memberikan pasangan yang akan membawa kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: