Maaf mas, Saya Kehabisan Ongkos

Tiga hari yang lalu…

Pukul 12.30, tepat setelah menegakkan sholat dzuhur 8 rakaat, tiba-tiba, ssett, terlintas dipikiranku sebuah keinginan untuk pergi ke luar rumah, sekedar melepas penat. Sebenarnya agak malas,tapi ya sudahlah, wong di rumah juga kagak ada kerjaan. Emang aku sudah merasa berat hati menjalani berbulan-bulan hidup sebagai pengangguran. Jadwal tak menentu,apa aja yang terlintas di otak, itu yang akan kulakukan. Walaupun ada beberapa hal positif dengan menganggur, salah satunya sholat dzuhurku lebih sering dilakukan sebanyak 8 rakaat. Hihi, 8 rakaat karena ditambah 2 rakaat qobliyah dan 2 rakaat ba’diyah. Merinding setelah mendengarkan ceramah salah seorang ustad. “Sholat itu ibarat burung, dia memiliki  sayap. Qobliyah dan Ba’diyah itu ibarat sayapnya sholat. Kalo kita kagak mengerjakan itu sholat, sholatnya ga bisa terbang, kagak naik”,hehe.

Singkat cerita, menjelang ashar, sampailah aku di mesjid raya di kotaku. Setidaknya aku benar-benar ingin melepas pusing dan ingin membersihkan diri. Aku merasa telah melakukan pekerjaan yang sia-sia. Sebelumnya aku baru saja selesai nonton di bioskop, Nonton film terbarunya Mba Angelina Jolie. Godaan syetan emang dahsyat, padahal di hati mah tetep ga mau nonton, tapi tetep aja ni badan seolah menggerakan dirinya sendiri ke bioskop.  Parah, kok malah nyalahin syetan sich, tiap abis ngerjain yang sia-sia, syetaan aja yang disalahin, udah jelas yang salah mah diri sendiri.

Ashar masih 30 menit lagi, setelah sholat 2 rakaat, aku duduk2 sendiri sambil pandanganku menatap jauh ke luar. Tiba-tiba datang seseorang laki2 berjalan menuju ke arahku sambil tersenyum. Laki-laki ini cukup rapi, tubuhnya dibalut baju takwa, berjenggot tipis, dan dia menggenggam Al-Quran. Terjadilah percakapan diantara kami berdua

Laki2 : ” Kaifa haluk ya Akhi..?”

Aku : ” Alhamdulillah bil khoir”

Kaget juga, dia tiba2 memulai percakapan dengan bahasa arab. Padahal diriku ga ada tampang arab2nya, muka aja sangar, kepala botak, pake celana jin ama sweater lagi (kagak pake baju takwa). Wahaha, senyumnya tu laki2 makin lebar karena jawabanku nyambung dengan pertanyaannya. Dia kemudian melontarkan pertanyaan susulan, juga dalam bahasa arab. Kali ini aku linglung karena kagak ngarti.

Aku : “Maaf mas, saya gak ngerti”

Lalu ia kemudian mulai berbicara dengan bahasa Indonesia. Ia bertanya-tanya padaku. Siapa namanya, tinggal dimana. Agak terkejut diriku saat ia bertanya pekerjaanku apa. Kujawab sambil agak cekikikan.

Aku : “hihi, saya pengangguran mas”

Setelah  ia cukup puas bertanya2 padaku, aku balik bertanya padanya. Kemudian ia berbicara panjang lebar, kenapa ia bisa terdampar di mesjid ini.  Singkat cerita, ia sebenarnya tidak punya ongkos untuk pulang ke kampungnya di daerah jawa tengah. Ia datang ke bogor bersama adik perempuannya. Tujuannya ingin mengantar  adiknya ke rumah suaminya. Jreng2, ternyata adiknya itu dipoligami. Setelah di poligami adiknya memilih untuk tinggal di kampungnya di Jawa Tengah. Adiknya datang ke bogor dengan harapan mendapatkan uang bulanan dari suaminya. Eh,ternyata suaminya tidak ada di tempat dan sedang berada di Sukabumi bersama istri keduanya. Duit kagak dapet, ongkos pulang kagak punya. Sudah mulai kebaca, maksud si laki2 itu datang padaku adalah ingin meminta bantuan padaku karena ia kehabisan .  Beuh, aku itung udah yang ke 4 kali aku bertemu dengan orang yang kehabisan ongkos. Sebelum2nya, aku biasanya langsung bantu. Aku gak peduli apakah orang itu bohong atau kagak. Kelihatannya orang yang sekarang ini benar2 tidak berbohong. Ia sampai menunjukkan KTP nya padaku, ia menceritakan pekerjaannya sebagai guru MTS, dan memang dari tampilan,tutur kata, dan tampangnya yang mencerminkan orang baik semakin meyakinkanku kalau ia tak berbohong. Tapi kali ini bener2 dah, aku kagak punya duit banyak. Apalagi ia butuhnya 150 ribu, sementara di dompetku Cuma ada 17 ribu.

Aku : “maaf mas, aku lagi ga punya uang  juga nih, kenapa mas ga coba minta ke DKM mesjid”

Laki2 : “ sudah saya coba dik, katanya gak ada, uang2 lagi difokuskan untuk revitalisasi mesjid ini”

Aku : “wah, masa sih mas gak bisa?”

Laki2 : “ Ya, kita harus tetap husnudzon, mungkin DKM mesjid benar-benar gak punya uang”

Adzan ashar pun berkumandang, kami berdua terdiam syahdu mendengarkan adzan. Kalo di mesjid2 besar muadzinnya emang bagus2. Dalam hati aku tetep mikirin dan gak enak hati karena tak bisa membantu ini orang punya masalah. Akhirnya ku keluarkan dompetku, kuberikan padanya 10 ribu rupiah. Memang tak akan ada artinya karena ia butuhnya 150 ribu.

Aku : “Ini mas, saya Cuma bisa membantu segini, mudah2an ada manfaatnya”

Laki2 ; “nanti ongkos pulang ade gmana?”

Aku :” saya kemari bawa motor”

Adzan selesai berkumandang, kemudian ia pamit untuk menunaikan sholat sunnah. Setelah sholat ashar, kami pun berpisah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: